Trik Supaya Dapat Duduk di Bus Transjakarta (For Ladies ONLY!)

Setiap warga ibukota yang jarang menggunakan kendaraan pribadi sehari-hari, pastinya sudah familiar dengan transportasi umum yang satu ini. Bus TransJakarta (TransJ) memang menjadi satu-satunya pilihan yang paling praktis untuk warga Jakarta yang mobilitasnya cukup tinggi. Sayangnya, transportasi ini tidak cukup nyaman terutama untuk para wanita. Banyaknya pelecehan seksual, rawan copet, penumpang yang penuh sesak, membuat TransJ kadang justru membuat penumpangnya stres dan capek. Sayangnya (lagi), yang mendapat keistimewaan duduk di dalam TransJ hanya Ibu Hamil, Lansia, Disable person, dan orang tua yang menggendong anak. Sisanya? It depends on your luck!

photo source : google.com

Well, sebenarnya ada sih beberapa Trik yang bisa dicoba buat para Ladies supaya dapat duduk di TransJ, ingat ya.. Trik ini aku buat khusus buat para wanita! Don’t ask me why, you’ll understand later :p

1. Berangkat lebih pagi, Pulang agak malam.

Oke, emang sih kedengaran ‘basi’. Tapi serius lho! Semakin pagi berangkat, semakin besar kans supaya bisa dapat duduk di TransJ. Begitu juga pada saat jam pulang kerja, makin malam si TransJ akan semakin sepi. Tapi aku gak rekomendasi pulang terlalu malam sih, apalagi buat para wanita. It’s not safe, ladies!

2. Jangan pernah berdiri dekat pintu bus!

Seriously, it’s a BIG NO! Alasannya? Pertama, pastinya akan susah dapat duduk! Berdirilah di depan barisan orang duduk. Berdoa saja salah satu dari mereka akan segera turun. As I said, it needs some luck! Pasang mata dan telinga sejeli mungkin, seandainya ada yang mempunyai gerak-gerik akan turun, dekati area itu dan segera duduk begitu ia bangun dari duduknya. Alasan kedua, berdiri di dekat pintu sangat amat rawan pelecehan seksual & copet, terutama di saat kondisi TransJ penuh sesak saat-saat jam pulang & berangkat kerja. Jadi, hindari area ini!

picture source : google.com

3. Be patient!

Kalau memang berangkat dari halte awal pemberangkatan dan halte transit, ada kemungkinan cukup besar untuk dapat duduk. Well, begini pengalamanku. Semisal di pagi hari aku berangkat dari Halte Dukuh Atas ataupun halte Grogol II (beberapa contoh halte pemberangkatan awal), aku akan bersabar antri sampai aku berada di satu, dua atau tiga baris paling depan pintu tunggu masuk bus. Jadi begitu si bus datang, aku pasti akan dapat duduk. Tapi ada yang harus diingat untuk menjalankan trik ini : pertama.. berangkat sedikit lebih pagi, jadi gak akan kesiangan sampai di kantor, kedua.. berikan ruang untuk mereka yang terburu-buru, berdiri saja agak ke pinggir.

Untuk jam pulang kantor triknya juga sama kok. Kalau aku naik dari Halte Pejaten (menuju dukuh atas) yang notabene masih cukup dekat dengan halte pemberangkatan awal (yakni halte Ragunan), biasanya aku bersabar menunggu beberapa bus lewat. Kalau bus pertama yang aku lihat penuh, maka aku tunggu 2, 3 atau lebih unit bus berikutnya. Sepengamatanku, TransJ mempunyai pola tidak teratur. Kadang karena orang terburu-buru menaiki bus pertama, maka bus-bus selanjutnya bisa jadi semakin sedikit penumpangnya, bahkan sepi. Jadi bersabar sajalah! Toh kalau pulang kerja kan memang gak terburu-buru, kan?!🙂

photo source : google.com

4. Ladies, berdirilah di depan pria yang duduk!

As I told you, this article is definitely for ladies. So, boys.. No hard feelings ya?! :p

“Ahhh.. sekarang kan sudah emansipasi, masa berdiri di bus saja gak mau?!” beginilah alasan umum pria-pria di TransJ JARANG SEKALI memberikan tempat duduk buat wanita. Payah memang! Apalagi pernah satu waktu aku yang berdiri memberikan duduk sama ibu hamil, sementara para pria dengan cueknya tetep duduk atau pura-pura gak liat si ibu hamil itu dengan berpura-pura tidur. Tapi.. walaupun kelihatan (sok) cuek, aku yakin sebenarnya mereka malu.

Well.. kembali lagi ke tips, maksudku disini adalah cobalah berdiri aja di depan pria (cari yang masih cukup muda & kuat berdiri yah). Secara teori, para gentleman akan memberikan kursinya buat si wanita di hadapannya. Sayangnya, sepengamatanku sejauh ini jarang sekali pria gentlemen seperti ini. Kalau di presentasekan, mungkin hanya 10 % (bahkan kurang) keberhasilan trik ini. But, well.. at least we’re trying right?!

photo source : google.com

Last but not least.. sedikit tips buat para wanita yang hobi naik TransJ. Jangan pernah lengah selama didalam bus, karena kenyataannya masih banyak copet yang ‘beredar’ di dalam sana. Apabila merasakan adanya ‘tangan jail’ yang mencoba melecehkan, teriak saja! Segera beritahu penjaga pintu TransJ, biar pria tersebut ditangkap dan mendapat ganjarannya.

Well, ladies.. Enjoy your trip at TransJakarta!😀


6 thoughts on “Trik Supaya Dapat Duduk di Bus Transjakarta (For Ladies ONLY!)

  1. Wohooo, trik yg guna banget lho, Mba.
    Pertama baca judulnya, kirain salah satu caranya masang muka melas, ternyata bukan ya, hehe.
    Yah walaupun aku pribadi jarang gunain TransJ (karena halte TransJ jauh dari rumah), tapi gak ada salahnya kan tau trik ini.
    Semoga kedepannya bisa buat trik yg laen yak \(ˇ▽ˇ)/

  2. Ehhh ada Unyuu (ooppss.. maksudnya Suci :p) yang baca blog aku,, komen perdana nih. Heheee…🙂 Anyway, kamu kan seringan di jemput daripada naik angkutan umum. Tapi yang jemput jangan papa terus dong, coba cowoknya yang jemput gitu sekali-kali.. hihiiii😀

  3. Sebenernya ada yang kurang lho… orang yang benar2 sakit. ini sih pengalaman gw di kereta sih tapi ga salah kan diterapin di busway. ada yang ampe mukanya pucet trus ampe jongkok meringkuk begitu trus ga ada yang ngasih duduk…. WHAT THE ****. gimana kalo itu terjadi sama lo atau saudara2 lo.

    Kalo nemuin cowok yang ga gentle duduk sambil pura2 tidur dan ga mau ngasih duduk ke4 kategori itu ditegur aja jangan malu2 selain memberikan pelajaran sekaligus dapet pahala kan. untuk menolak memberikan tempat duduk ke wanita muda yang sehat dan ga termasuk ke 4 kategori ini, gw juga pernah sih…hehe habis capek n ngantuk. tapi gw juga sering ngasih kok… :)peace

  4. Hi, supereyez.. Kalo untuk yang gue bahas disini kan lebih ke TRIK buat dapet duduk di TransJ. Kalo gue ngeliat orang sakit seperti yang lo bilang itu, gue sebagai perempuan pun PASTI langsung memberikan tempat duduk gue buat dia. Gue beberapa kali lho ngasih kursi gue ke ibu hamil, orang yang sudah tua, bahkan ibu-ibu yang belum terlalu berumur. Soalnya prinsip gue gini, kalo kita pandai berbuat baik sama orang, nantinya saat kita butuh bantuan pun orang akan baik sama kita.

    Kalo cowok yang gak kasih duduk ke cewek yang muda sehat walafiat sih itu balik ke pribadi masing2. Selama gue sehat, berdiri di TransJ gak masalah kok. Cuma kan ketika melihat cowok yang memberikan kursinya buat cewek, itu jadi poin plus sendiri lho buat si cowok itu.🙂

Write It here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s