Architecture [I]N Me

Architecture was never being a part of my childhood’s dream. Yap! Waktu kecil aku memang gak pernah sekalipun kepikiran untuk menjadi seorang Arsitek kelak. Sejak kecil aku suka menulis—bukan menggambar! Menulis diary, bahkan suka menulis unpublished cerpen & novel adalah salah satu hobiku. Terus kenapa aku bisa ‘nyasar’ ke dunia Arsitektur ini? I have no idea! Hahaaa..😀

The Sims

Well.. mungkin awal mula aku ‘kecemplung’ ke dunia Arsitektur adalah karena kecintaanku sama game The Sims. Apa hubungannya game ini sama Arsitektur? Sekilas sih mungkin terlihat seperti gak ada kesaamaan, tapi sebenarnya ada lho! Di game The Sims, aku suka membuat sendiri desain rumah Sims-ku plus desain interiornya. Bermula dari sana, aku mulai menyukai Arsitektur. Berlanjut hingga masa ‘labil’ akhir SMA dimana harus menentukan mau kuliah di jurusan apa—Arsitektur tiba-tiba menjadi salah satu opsi diantara beberapa pilihan jurusan lainnya. Just as simple as that? Honestly, nope! Sebenarnya jurusan kuliah favoritku waktu itu adalah jurusan IT/ Information Technology. Tapi karena beberapa alasan, my father was disagree with me. Beliau lebih setuju aku kuliah Arsitektur dibandingkan dengan IT. I have no idea why.. but, here I am now—bergelut dengan dunia Arsitektur.

Salah Jurusan?

Awal-awal kuliah Arsitektur adalah neraka buatku!! Why? Because I definitely terrible in manual sketches! Dan hampir seluruh mata kuliah awal adalah melatih gambar tangan mahasiswa. Otomatis nilai-nilaiku di semester pertama bisa dibilang lumayan kacau. Bahkan aku sempat merasa minder begitu melihat gambar-gambar skesta buatan teman seangkatanku yang bagus-bagus! Ditambah lagi underestimate dari salah satu dosen yang paling rrrrrr….. menyebalkan di kampus!

Honestly, seringkali aku sampai pada satu titik dimana aku merasa kuliah salah jurusan. Dengan nilai-nilai kuliah yang tidak terlalu bagus di semester pertama kuliah karena kekuranganku di gambar tangan itu, aku merasa cukup down. Maklumlah, waktu SMA aku ini langganan 10 atau 5 besar peringkat kelas. Jadi, shock juga waktu kuliah nilai menjadi turun cukup drastis!

Autocad Saved Me!

Thank God… di semester 2 perkuliahan, mahasiswa mulai dikenalkan sama teknologi menggambar dengan software komputer yang namanya Autocad. Setelah ketemu sama mata kuliah ini, percaya diriku perlahan mulai bangkit. Why? Soalnya aku memang cukup hobi berkutat dengan komputer—remember the sims, right?! Well, memang sih The Sims dan Autocad jelas sangat jauh berbeda! Aku harus belajar dari nol lagi tentang Autocad ini. Tapi yahh, seenggaknya software komputer kan bisa dipelajari siapapun—berbeda dengan gambar sketsa yang (menurutku) harus disertai bakat goresan tangan yang bagus.

Jadilah aku mengkoleksi buku-buku tentang Autocad dan seringkali berlatih sendiri di komputer rumah. Alhamdulillah.. kerja kerasku gak sia-sia. I got A’s—finally! Nilai-nilai semester berikutnya terus membaik, walaupun untuk mata kuliah dengan pelajaran menggambar sketsa manual, aku tetap langganan nilai C, sih. Hahaaa! But, that’s okay! Toh, nanti waktu kerja kemampuan gambar komputer yang dilirik sama perusahan—begitulah pemikiranku waktu itu😀

Tugas Akhir

Singkat cerita, di semester akhir kuliah sebelum Tugas Akhir, aku kembali bertemu sama satu-satunya dosen (super) “killer” di kampusku. Berhubung aku suka sekali membantah dia (yang teori desainnya “kolot” menurutku)—dan dia benci dibantah, otomatis aku tidak diluluskan pada mata kuliahnya. Jadilah kuliahku yang harusnya lulus tepat waktu jadi ngaret satu semester gara-gara dia-yang-tidak-perlu-disebut-namanya!

Giving up is just not my style! Aku gak menangis apalagi meratapi nasib melihat teman-teman seangkatan yang mulai Tugas Akhir lebih dulu. Dengan pedenya, aku apply lamaran kerja ke beberapa perusahaan yang sedang membuka lowongan untuk Arsitek Junior. 2 dari 3 perusahaan yang aku apply menerimaku—walaupun waktu itu aku masih belum lulus kuliah. What a miracle!😀

Moral of the story dari ceritaku ini adalah..

Never give up! People will try to bring you down! Stand up! No matter how much you fall!

  • Disaat teman-teman seangkatanku briefing Tugas Akhir, aku sedang di kota Makassar mengurus salah satu project pertamaku—dan bangunan ini adalah bangunan 8 lantai, bukan bangunan sederhana, lho!
  • Disaat teman-teman seangkatanku yang lulus lebih dulu masih sibuk mencari pekerjaan setelah lulus, bahkan banyak yang sempat menganggur beberapa saat—aku (yang dulu diremehkan sama si dosen itu) sudah bisa bekerja bahkan sebelum lulus.
  • Aku bisa menghidupi diri sendiri dengan membiayai Tugas Akhir sampai dengan Wisuda ku dengan uang hasil jerih payah sendiri.🙂
  • Di usia yang relatif cukup muda, aku sudah menangani beberapa proyek besar, lihat portfolioku disini, dan pernah berurusan dengan petinggi pemerintahan (karena proyek di kantorku kebanyakkan adalah proyek pemerintah), bahkan pernah ikut mengerjakan Mega Proyek Gedung DPR yang kontroversial (dan gagal dibangun itu).

So.. jika ada mahasiswa/i arsitektur di luar sana yang tidak jago sketsa seperti aku, diremehkan oleh dosen-dosen tertentu yang menganggap bahwa anda tidak kompeten untuk menjadi Arsitek kelak—all you have to do is survive! Show them that you’re way more amazing than they can EVER imagined! They will be surprised someday! Stay strong!😀

8 thoughts on “Architecture [I]N Me

  1. Wow,tha was great st0ry Ever !

    I wanna be like tht,bt im still D1 DKV wants t0 be a y0ung Architec

  2. kak,, kalo lulusan smk jurusan multimedia… N kuliahnya jurusan arsitek apa cocok?? Pngen bngt jd arsitek,,,

    • Hi, Andri. Dari SMK bisa kok ke Arsitek. Tapi tergantung kampus tujuan km sih, terutama kalo swasta, kadang mereka suka nentuin jurusan arsitek hanya bisa di apply oleh anak SMA lulusan IPA. Coba cari tau tujuan kampus km dimana. Kalo kuliah Arsitek sih background asal dari sma / smk dari jurusan manapun bisaaa kok. Kan nanti kuliah di ajarin ilmu Arsitektur dari nol lagi. Mulai dari sketsa, teknik desain, dari nol sampe expert. So, don’t worry yah.🙂

      • Hi, Andri. Maaf ya klo uki aku kurang tau, coba km cari tau langsung ke kampusnya dgn cara datang langsung atau tlp. Coba aja cari tau kontaknya via google. Tapi klo dari smk sih kayanya bisa. Good luck ya!🙂

Write It here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s