Please smoke WISELY (at least)!

Have you ever heard this stupid phrase?  

“Mendingan jadi perokok aktif sekalian daripada cuma jadi perokok pasif. Jadi perokok pasif kan lebih berbahaya dibandingin perokok aktif.”

picture source : google.com

Why I called it stupid? Because it does! Sekarang gini deh, orang yang aktif merokok itu kan otomatis menghirup asap rokoknya juga, artinya seseorang yang merokok secara aktif ya dia juga seorang perokok pasif. Jadi dimana sisi ‘mendingan’ nya itu? But, well.. aku sih gak bermaksud membahas tentang bahayanya merokok buat para perokok aktif—lha semua perokok udah pada tau kan bahayanya? Tertulis jelas kok di bungkus rokoknya, atau kalau mau tau lebih banyak lagi tentang efek buruk rokok langsung aja baca artikel ini. Aku sih lebih concern sama sikap para perokok yang (semoga) bisa lebih menghargai orang-orang di sekelilingnya yang gak ngerokok. Please smoke wisely, people!

Please STOP Smoking Everywhere!

Yap, it’s your own choice to smoke. It’s your own risk, your own life, your own heart, and bla bla bla! I don’t care, smokers! The only problem is,  kebanyakkan perokok itu merokok dimana aja—kapan aja.  Di angkot, di jalan, di mobil,bahkan kadang di ruangan ber-AC sekalipun, pokoknya dimanaaa aja! Setiap bangunan itu pasti punya ruangan merokok (smoking room), kenapa gak manfaatin aja fasilitas itu?! Atau nggak, cari lah udara bebas di luar sana dan merokok jauh dari orang-orang. So, you are ‘killing’ yourself—not the others!

Please STOP Smoking in Public Transportation!

Kenapa sih di transportasi umum itu masih suka banyak orang merokok sembarangan? Gak pernah terlintaskah di pikiran para perokok ini kalo di angkutan umum itu gak semuanya merokok tapi terpaksa harus menghirup ‘sampah’ mereka?! I mean, I know if you don’t care with your own healthy, but I DID! Please stop this annoying habit!

Please STOP Smoking Near Your Family (esp. Pregnant Woman & Baby)!

“Seseorang yang tidak merokok, tetapi berada di sekitar orang yang merokok dan mengisap asap rokok, atau disebut juga perokok pasif, akan ikut terkena dampak dari bahaya rokok. Menurut data, lebih dari 600.000 perokok pasif tiap tahunnya meninggal.” (source : doktersahabatkita.com)

“Anak-anak yang ayahnya merokok memiliki risiko 15 persen lebih tinggi terkena kanker yang paling umum menyerang anak yakni leukimia atau kanker darah.” (source : detikhealth.com)

“Seorang gadis remaja bernama Tika (@tikuyuz) adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok. Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex.(source : detik.com)

“Bayi Lahir Mati Karena Ibu Hamil Merokok 20 Batang Sehari.”  (source : detikhealth.com)

Menyedihkan sekali melihat anak-anak yang memiliki orang tua perokok sepertinya ‘terbiasa’ berada di sekitar orang tuanya saat merokok. Padahal sadar atau nggak, si orang tua sedang meracuni paru-paru anaknya. Kalo memang mau merokok, jangan di dekat siapapun yang nggak merokok, meskipun itu keluarga sendiri. If you love your family, stop smoking—or at least stop smoking around them!

Write It here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s