Brave to Leave the “Comfort Zone”

What is “Comfort Zone”? Sebenernya sih Comfort Zone alias “Zona Nyaman” ini gak bisa di artikan secara pasti karena tingkat kenyaman & ‘wilayah aman’ tiap orang berbeda-beda. Tapi… in my humble opinion, comfort zone adalah suatu situasi dimana seseorang merasa semua sudah terasa nyaman, sehingga orang tersebut terlalu ragu atau bahkan takut untuk ‘melangkah’ keluar atau melakukan sesuatu yang baru / berbeda dari kebiasaannya. Menurutku lagi nih, biasanya comfort zone ini ‘penyakit’ dalam urusan karir, ya walaupun bisa juga sih merambah ke kehidupan pribadi atau keuangan. Mungkin supaya lebih jelas, let me describe it with some story..

picture source : google.com

–Case 1–

Si A sudah bekerja sangat lama pada sebuah perusahaan. Karirnya tidak terlalu berkembang dalam arti penghasilan pun tidak ada kenaikkan yang signifikan. Tapi si A gak pernah berani untuk mencoba apply pekerjaan di tempat lain, he/she was too comfort with his/her current job. Yaa walopun secara materi gak kurang, tapi ya gak lebih. Posisi karirnya pun stuck, but he/she think that was enough.

–Case 2–

Ada seorang ibu rumah tangga yang tidak pernah bekerja dan mempunyai suami yang mapan secara finansial. Suatu saat rekan kerja suaminya menawari si ibu tersebut sebuah pekerjaan di kantor dengan posisi tinggi dan penghasilan yang besar. Tapi, ibu itu menolak. Padahal anak-anaknya sudah besar (sudah bisa mengurus dirinya sendiri), dan kondisi keuangan keluarganya sedang dalam kondisi yang tidak terlalu bagus. Masalahnya hanya satu, si ibu sudah terbiasa di rumah saja, and she was too afraid to take a whole new activities for her life.

–Case 3–

Sepasang sejoli yang berbeda agama sudah menjalani hubungan pacaran backstreet bertahun-tahun. Mereka sebenarnya sadar kalau hubungan mereka pada akhirnya akan menemui jalan buntu karena perbedaan tersebut. But they were too afraid to end it sooner because they were too comfort with each other.

Comfort Zone isn’t always Comfort

Yap! This is the truth! Walaupun namanya ‘Zona Nyaman’ belum tentu kondisi itu paling nyaman atau bisa dibilang kondisi yang terbaik buat hidupnya. Misalkan di case 1, mungkin saja sebenarnya si A iri  melihat kawan-kawan seumurannya yang lebih mapan, tapi dia terlalu takut untuk mencari bekerja di tempat lain karena gak mau beradaptasi lagi dengan perusahaan & job desk yang baru. Atau pada case 2, si ibu mungkin sebenarnya mulai merasa bosan begitu anak-anak sudah besar karena lebih sering sendiri di rumah, pekerjaan rumah tanggapun sudah di handle olehpembantu, tapi begitu di tawari pekerjaan yang berbeda di luar kebiasaannya, si ibu malah memilih menolaknya. Pada case 3 mungkin saja si perempuan sudah merasakan dilema terlalu lama karena sadar betul dia tidak mungkin pindah agama begitu saja dan begitu juga pacarnya. Mereka tidak saling mengenalkan pasangan ke keluarga. Tapi karena mereka  sudah terlalu terbiasa dengan keberadaan satu sama lain, jadilah dua-duanya gak berani untuk mengakhiri hubungannya.

picture source : google.com

Setiap orang pasti pernah berada pada “Zona Nyaman” ini. Sebagian orang berani untuk melangkah maju, tapi sebagian lagi memilih untuk diam di tempat. Yap, I’ve been there too (obviously)! And what I’m trying to say is.. jangan pernah sia-siakan setiap kesempatan yang ada. Emang sih, mencoba hal/kebiasaan yang baru itu pastinya akan diiringi oleh berbagai macam kekhawatiran. Tapi mungkin saja hal baru itu bisa membawa hidup ke arah yang lebih baik. Jangan sampai suatu saat nanti ketika menoleh ke belakang, hidup ternyata dipenuhi penyesalan dan sering berandai-andai, “Seandainya dulu gue …… sekarang gue pasti …….”

Life is all about choices. So, choose every steps wisely!😀

2 thoughts on “Brave to Leave the “Comfort Zone”

  1. haha,, aku baru baca sayang. tulisan yg bagus !
    iya juga ya,, kalo dipikir2 mungkin banyak orang yg udah berada di zona ini. untungnya aku punya istri yg luar biasa, hasilnya aku dapat keluar dari zona nyaman itu, dan semoga aku akan terus meningkat apapun itu😀

    • Ini baru aja publish post nya tadi siang, kalo draft nya sih udah lama tapi baru diselesain sekarang. Hehee.. Iya nih, aku bersyukur soalnya kamu sekarang bisa mendapatkan banyak hal yg jauh lebih baik di tempat kerja yang baru. Sukses terus ya, sayang…😀

Write It here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s