A Story of a Working Mommy

It’s been quite a long time since the last time I post, and.. praise to Allah, our little prince has arrived into our family since 3 months ago, well—he was born in 15th June 2012 (just like the doctor’s prediction). Setelah perdebatan yang lumayan panjang, finally, aku dan hubby sepakat memberi nama “Arfa Danish Hauzan” pada si kecil, yang memiliki arti Manusia (Hauzan) yang mulia (Arfa) dan berilmu pengetahuan (Danish). Pemberian nama adalah doa kan? Semoga kelak Arfa tumbuh menjadi pribadi yang berhati mulia, dan memiliki ilmu pengetahuan yang luas. Aamiin…

Image

Photo of baby Arfa

Sebelum aku sendiri merasakan rasanya menjadi seorang ibu, aku sering merasa heran kenapa banyak sekali wanita di luar sana yang memutuskan untuk berhenti kerja, melepaskan karir yang sudah susah payah diraihnya untuk kemudian “hanya menjadi” seorang ibu rumah tangga. Bahkan waktu hamil pun gak pernah terlintas dipikiranku untuk resign dan menjadi full time mommy. Aku merintis karir dengan susah payah, mulai bekerja sejak aku masih kuliah, and then—should I gave up my career ”only”  for  my baby? I don’t think so! Mungkin kedengaran egois, tapi pemikiran itu yang selalu aku tanamkan dalam pikiranku sebelum Arfa lahir ke dunia ini. BUT the truth is, I was so WRONG! Yes, I was so wrong…

The truth is.. Arfa is not a “only” for me, he’s my everything, he’s the center of my life ever since the first time he was born. I was so in love with him, and yess… I would give up everything for him, EVERYTHING, include my career. But then, I remember those monthly bills—apartment bills, credit card bills, everything! So I realize that  I can’t stop working, and the fact is.. it brokes my heart. It brokes my heart everytime I saw him sleeping while I have to go to the office in the morning. God, it was so hard.😦

Image

picture source : google.com

Setelah hampir 3 bulan biasa berdua sama Arfa, repot dengan segala kehebohan mengurus seorang anak bayi, tentunya bukan hal mudah ketika masa cuti habis dan aku harus kembali ke kantor. Hari pertama pergi kerja, mami—yang mengurus Arfa selama aku kerja, mengupload sebuah foto ke facebook. Foto yang di upload adalah foto Arfa sedang tidur sesaat setelah dimandikan oleh mami, dan saat melihat foto itu di kantor melalui layar handphone, I was cry and my heart was broke. I missed him like crazy!

Thank God, video-video Arfa yang aku simpan di blackberry ku ternyata cukup ampuh buat menghilangkan rasa kangen yang luar biasa itu. Alhamdulillah juga video-video itu menjadi ASI booster paling hebat. Yes, I do the breastfeed’s pump third times at the office. Aku belajar banyak mengenai Manajemen ASI perah jauh sebelum Arfa lahir. Kenapa ASI? Karena ASI memiliki antibodi yang bisa membantu menjaga kesehatan Arfa.  Jadilah, satu tas keperluan ASI Perah menjadi bawaan wajib aku setiap hari. Repot? Enggak juga kok! Apalagi aku punya supporter group sesama working moms yang jadi penguat aku di saat-saat aku sedang merasa down. I’ll share the story about these gorgeous moms in the upcoming post.

Be a stay at home mommy, or a working mommy is a choice. Don’t judge those women who keep working even though they have a baby—there must be a reason why they keep working. Besides, there’s still weekends right? We can cuddle the baby all day long in those days! I called it quality times and I love it so much!

Write It here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s